Homestay, Mengenal Lebih Dekat Keluarga Jepang

Homestay di luar negeri adalah salah satu cara menginap yang unik dan dapat merasakan kedekatan dengan penduduk local. Saat kunjungan ke Jepang dalam rangka Jenesys2016 beberapa saat yang lalu, alhamdulillah kami mendapat kesempatan untuk tingal di rumah penduduk walaupun hanya sebentar. Tepatnya saat kami berada di Hakuba-mura, Nagano-ken, Kitaazumi-Gun, Jepang.

Saat homestay, tentu rasanya berbeda dengan tinggal di hotel. Kita harus bisa memecahkan masalah komunikasi Karena bahasa yag berbeda. Tapi ternyata Bahasa bukan kendala utama, sedikit Bahasa Inggris, sedikit Bahasa Jepang, dan banyak Bahasa isyarat membantu kami menyelesaikan masa homestay dengan baik. Bahkan, ikatan keluarga dua hari kami bisa dibilang kuat dan sempat menetes airmata saat perpisahan tiba.

homestay-day-1-5

Mencoba Kimono part-1

Keluarga homestay kami, Ottosan Nobutoshi Shimokawa dan Okkasan Chieko Shimokawa adalah sepasang lanjut usia yang menjalankan usaha Yashubire Guesthouse di Desa Hakuba sejak 40 tahun silam. Dua putra mereka tinggal di luar kota, si bungsu tinggal bersama di Hakuba namun bekerja di perusahaan, jadi tidak banyak membantu pekerjaan di guesthouse. Tapi tidak masalah, tangan cekatan Okkasan dan Ottosan yang pekerja keras masih mampu berkarya, walaupun kadang dibantu saudara membersihkan guesthouse Karena keterbatasan usia. Jika ada tamu, Ottosan siap sedia mengantar jemput menuju ski resort terdekat dan Okkasan memasak di dapur untuk makan pagi dan makan malam tamu.

homestay-day-1-7

Sepatu disimpan menghadap keluar rumah, slipper ditata menghadap masuk ke dalam rumah..

Keuntungan homestay tentu saja kami mengalami hal yang berbeda dari tinggal di hotel. Saat homestay, kami bisa makan masakan rumahan yang sehat dan segar, membantu pekerjaan rumah tangga, mencoba kimono, bahkan request minta diajari dan dibuatkan makanan tertentu.

homestay-day-2-12

Okkasan membuat sushi roll request kami. Karena sama-sama pecinta drama Korea, dibuatkan juga korean kimbab..ternyata beda lho..

Saat homestay, kami juga pergi berbelanja kebutuhan kami bersama Ottosan, dan mambantu menyingkirkan salju-salju nakal dari mobil yang membuat pintu mobil tidak bias dibuka. Saat keluarga kami mencoba olah raga ski, ottosan bahkan mampu berjalan diatas salju tiga kali lebih cepat dari kami yang masih muda. Ottosan yang sudah sepuh tidak segan bolak-bolak mambawakan papan ski kami, anak-anak muda, agar bisa pulang tepat waktu sebelum makan siang karena kami keasikan selfa selfie terkagum dengan banyaknya salju di sekeliling kami.

homestay-day-2-6

Membersihkan salju di mobil agar bisa masuk ke dalam..

 

homestay-day-2-13

Di rumah lain, teman-teman bertugas membersihakn salju di jalanan. Sampai akhir grup kami hanya berencana membersihkan salju di jalan, tapi tidak terlaksana πŸ˜€

Yang paling membuat saya meneteskan air mata sampai sekarang, Ottosan dan Okkasan sangat tahu kami suka sekali makan kacang merah rebus manis yang sering dihidangkan saat makan. Waktu acara perpisahan dengan keluarga homestay, Ottosan yang sudah duduk di lokasi bersama kami beranjak pulang sebentar dalam keadaan hujan salju dan dingin demi mengambilkan kacang merah kesukaan kami. AAhhhh…rasanya seperti punya keluarga di Hakuba. Semoga kami dapat mengunjungi kalian kembali..Aamiin

perpisahan-keluarga-homestay-2

Farewell party..Okkasan menuliskan alamat mereka untuk dibagikan kepada kami satu-persatu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s