Day 3~~ South Bali and Kecak Api..

Ada perubahan itinerary dari yang kami rencanakan sebelumnya. Karena Rifa berencana pulang ke Jakarta 30 Agustus sore, jadi agenda ke Ubud untuk hari kedua kami pindahkan ke hari terakhir. Hari kedua di Bali kami habiskan di Bali Selatan. Tanjung Benoa, Pandawa Beach, dan Uluwatu.

Dari rumah Kak Putri di Monang Maning jam 8.30 pagi, kami menuju daerah Sanglah dulu menemui Kamalia, adik kelas Rifa di SMA. Rencana 5 menit di rumah Kamalia berubah menjadi hampir 1 jam. Eonni yang awalnya ragu kami ajak masuk ke rumah karena khawatir keluarga Kamalia merasa aneh karena menerima tamu tak dikenal, ternyata bisa berbaur dan berlatih sedikit bahasa Indonesia disana. Memang negeriku ini orang nya ramah-ramah dan baik hati..

bye  bye dulu sama host semalam kami...thank you for your hospitality... :)

bye bye dulu sama host semalam kami…thank you for your hospitality… 🙂

Alhasil kami sampai di Tanjung Benoa sudah siang. Sungguh tercengang melihat harga untuk watersport, tapi akhirnya dengan trik trik menawar ala-ala Pasar Tanah Abang, kami dapet deal yang oke lah untuk paket 4 permainan plus dokumentasi nya.

with baby penyu...

with baby penyu…

liat muka paniknya HyeLim eonni....

liat muka paniknya HyeLim eonni….

Kelelawar sayapnya hitam... :p

Kelelawar sayapnya hitam… :p

cuma Jin Ah eonni yang berani pegang-pegang ular..

cuma Jin Ah eonni yang berani pegang-pegang ular..

Untuk masuk ke Penyu Island, kita ditarik donasi 10.000 untuk pemeliharaan binatang yang ada disana. Selain bisa berfoto dan main-main di kolam penyu, kita juga bisa berfoto dengan elang, pelatuk, kelelawar, bahkan ular, tanpa ditarik bayar lagi. Setelah selesai berkeliling area yang super imut itu, kami melanjutkan perjalanan menuju area snorkeling.

Sayang kemarin siang-siang arus lautnya besar. Kami berempat, Cuma dua orang yang bisa berenang. Alhasil lumayan repot juga para pemandu mengirim kami ke laut dan menarik kami kembali ke kapal. Jin Ah eonni mabuk karena terlalu lama diatas laut yang bergelombang. Rifa yang paling menikmati snorkeling karena bisa kesana kemari sendiri berenang. Pengalaman saya snorkeling di Pulau Tidung tidak terpakai disini. Akhirnya, tanpa lama-lama di tengah laut kami memutuskan kembali ke darat.

Sebelum ke permainan selanjutnya, kami istirahat sejenak. Makan mie rebus panas plus air kelapa muda cukup membuat Jin Ah eonni hidup kembali. Setelah perut kenyang, kami turun lagi ke laut untuk permainan banana boat.
Saya sendiri baru pertama naik banana boat di tengah laut. Pernahnya di kolam renang. Dan kalo liat di tivi, kayanya gak terlalu seru juga. Tapi ternyata banana boat asik juga. Main banana boat di arus yang kuat cukup bikin deg-deg-an. Apalagi waktu perahu dibalikkan. Hwahahahaha…walaupun udah siap-siap, tetep aja rasanya mau tenggelam.

Waktu ngobrol di jalan, Jin Ah eonni dan Hye Rim eonni cerita kalo banana boat nya kaya nightmare buat mereka karena mereka dijatuhkan ke laut. Sebenarnya pemandu sudah bertanya nanti di tengah mau dibalikkan atau tidak, kami jawab tentu saja dibalikkan. Saya selalu berpikir intinya banana boat adalah saat perahu dibalikkan. Tapi mungkin kami berbicara dengan pemandu dengan bahasa Indonesia, jadi eonni-deul tidak paham dan tidak ada persiapan mental saat perahu dibalik. Ahahahaha…mianhae-yo eonni-deul…

Angin cukup kencang siang itu, bersyukur kita pake pemandu, jadi gak sakit tangan ini menghalau angin yang kencang untuk mengendalikan parasut...

Angin cukup kencang siang itu, bersyukur kita pake pemandu, jadi gak sakit tangan ini menghalau angin yang kencang untuk mengendalikan parasut…

Dari Tanjung Benoa, kita berpisah dengan Rifa. Kami bertiga menuju Pantai Pandawa dan Uluwatu, Rifa akan menuju Hotel Kaboki untuk merubah kamar kami yang awalnya 2 kamar standard room menjadi 1 kamar dengan extra bed. Dari hotel Rifa akan menuju bandara untuk go show tiket ke Jakarta.

Di Pantai Pandawa kami terpesona dengan tebing-tebing di kanan kiri jalan menuju ke Pantai. Kata Bli Putu, driver kami, tebing itu dibuat atas ide kepala desa setempat. Sebelum mencapai pantai, kita juga bisa menemui patung-patung Pandawa dengan ukuran yang besar. Untuk masuk ke Pantai Pandawa, Bli Putu menyerahkan uang 10.000 saja untuk parkir.

Tebing-tebing indah menuju Pantai Pandawa...

Tebing-tebing indah menuju Pantai Pandawa…

syilauuuwwww..

syilauuuwwww..

Di pantai kami tidak terlalu lama. Segera harus berpindah tempat untuk mengejar sunset di Uluwatu. Plus belum beli tiket Kecak juga. Takut kehabisan.

Masuk ke Uluwatu kita dikenai tariff 20.000/orang, dan 100.000/orang untuk Kecak. Pura Uluwatu ini bagusnya karena ada di tebing di pojokan Bali. Indah banget dikelilingi tebing dan laut di setengah lingkarannya. Setelah puas berkeliling Pura, buru-buru kami mencari Bli Putu yang lebih dulu mengantri tiket untuk kami, kemudian menuju panggung pementasan Tari Kecak Api agar bisa memilih spot yang bagus untuk menikmati tarian dan sunset nya. Penari kecak itu ya….kuat banget nge-cak cak cak ccakkk ccaakkkk ccakkk sejam….

Sunset Uluwatu..

Sunset Uluwatu..

Kecak Api dan Sunset Uluwatu.....

Kecak Api dan Sunset Uluwatu…..

Pulang dari Uluwatu dapat telp dari Rifa minta dijemput di Bandara karena tidak dapat tiket pulang ke Jakarta. Welcome again neng Rifa…….

Pengeluaran hari ke-3:
Mobil : 375.000
charge 2 jam : 80.000
Water sport (4 permainan+dokumentasi) : 1.950.000/4 org
Masuk Pulau Penyu : 10.000/org
Parkir pantai pandawa : 10.000/mobil
Tiket masuk Uluwatu : 20.000/orang
Tiket tari kecak : 100.000/orang
Makan malam : 199.000 (5 orang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s