Memberi Satu, Diberi Sepuluh :)

Rumus ini udah saya alami sendiri......

Rumus ini udah saya alami sendiri……

Hari itu tanggal 22 Mei 2014. Hari terakhir saya di India. Jalan-jalan naik turun metro. Keluar masuk stasiun untuk ke mall, ke pasar, wisata, di tengah terik matahari India yang hari itu cuaca panasnya mencapai 41 derajat celcius.

Stasiun persinggahan kami sebelum pulang ke penginapan adalah stasiun MG Road. Kami ingin makan siang di mall karena bosan makan masakan india, walaupun burger yang kami beli seharga 165 rupee/paket ternyata juga bercitarasa sangat India. Harganya memang standar, tapi karena kami sudah cukup miskin hari itu setelah menghabiskan siang di Old Delhi dan Chandni Chowk naik becak :).

Selesai makan, dengan uang rupee yang tinggal ala kadarnya kami masuk lagi ke stasiun menuju penginapan. Di bawah tangga escalator di luar stasiun ada beberapa pengemis menadahkan tangan. Karena kasihan, terulur juga akhirnya 10 rupee dari tangan. Walaupun uang mepet, menurut hitungan seharusnya masih cukup untuk sampai bandara. Kami berdua berniat naik metro sambung kereta ke bandara yang harganya sepertinya lebih murah daripada naik taksi yang walaupun jaraknya lebih dekat daripada kalau harus ke New Delhi dulu.

Penginapan saya ada di ujung line kuning di Huda City Center, ke bandara begitu dekatnya, tapi muter ke New Delhi intercourse dulu biar lebih murah. Ternyataaaaaaaa....

Penginapan saya ada di ujung line kuning di Huda City Center, ke bandara begitu dekatnya, tapi muter ke New Delhi intercourse dulu biar lebih murah. Ternyataaaaaaaa….

Ternyata perhitungan kami salah. Kereta dari stasiun New Delhi ke bandara Indira Gandhi kami baca di pengumuman seharga 38 rupees* ternyata salah (mungkin 38 rupee itu harga per stasiun persinggahan karena memang ada 4 stasiun yang kami singgahi sampai bandara). Harga tiket per orang nya adalah 150 rupees, jadi 300 rupees berdua. Uang di tangan hanya ada 200 rupees saja.

Segala cara yang kami coba mulai dari mau bayar dengan dollar (ditolak), bayar dengan rupiah (ditolak), mencari money changer (ada di luar stasiun, tidak terdeteksi seberapa jauhnya), dan mencoba merayu petugas untuk masuk kembali ke stasiun metro dalam kota untuk mengambil uang di ATM yang mungkin bisa memberi kami fresh rupees money (ditolak petugas, harus beli tiket masuk dulu), semua gagal. Satu hal terpikirkan, MENCARI PINJAMAN UANG.

Rombongan yang pertama saya mintai bantuan adalah serombongan pria. Mereka sepertinya tidak bisa bahasa Inggris, jadi ada petugas yang menyampaikan permintaan saya. Awalnya satu orang terlihat hendak membantu (kaya mau buka tas), namun akhirnya rombongan tersebut meninggalkan saya begitu saja.

Orang kedua adalah bapak-bapak, gayanya lebih perkotaan daripada rombongan pertama. Awalnya sepertinya beliau terlihat setuju , mungkin dengen menukar rupee yang ia punya dengan dollar yang kami punya. Karena pecahan dollar yang kami pegang terlalu besar nilainya, beliau menolak membantu.

Orang ketiga yang saya mintai bantuan adalah seorang gadis India yang kesusahan menyeret dua koper miliknya. Awalnya wajahnya agak jengah, kaya kalo kita mau disurvei atau ditanya-tanya. Setelah mendengar kisah kami yang kekurangan rupee dan akan mengganti uang rupee begitu bertemu money changer di bandara, dia mengeluarkan 100 rupee miliknya. Waktu saya katakana untuk menunggu kami sebentar sehingga kami bisa pergi ke airport bersama agar lebih mudah mencarinya untuk menukar uang, dia menjawab, ambil saja. WOW..! she gave me her 100 rupee. Dan kami tidak jadi terlantar tanpa kepastian di stasiun padahal ada pesawat pulang yang akan kami kejar.

See……!!! begitu duduk manis di kereta saya jadi termenung, ooooohh…ini tho balasan 10x lipat dari sedekah minimalis saya yang 10 rupee itu. Mungkin selama ini kita gak pernah berhitung, jadi memberi dan menerima terjadi begitu saja. Tapi betul, di saat kepepet itu saya jadi tau rasanya hopeless kehabisan uang jalan. Cuma kurang 20.000 rupiah aja udah bikin mumet sampai harus minta-minta bantuan. Semoga pengalaman ini tidak akan saya lupakan, semoga diberi banyak kesempatan untuk memberi lebih lagi, yang saya percaya Allah juga akan kasih lebih dari yang saya keluarkan. Wallahu’alam

Iklan

2 thoughts on “Memberi Satu, Diberi Sepuluh :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s