First Experience as Dhaup Guesthouse Additional Host

Alkisah saya punya teman sejak eSeMPe yang masih akrab sampai sekarang. Apalagi karena saya anak luar Jogja, saya jadi suka main ke rumahnya, nginep, dan kenal denga sebagian keluarga besarnya juga. Karena pertemanan itu, akhirnya membawa saya terdampar di Dhaup Guesthouse di Jl. Panembahan Jogja ini, walaupun sifatnya dolan saja, dan pas kalo saya bisa saja. Sekalian numpang tidur numpang makan..hahahahaha…

Penampakan depan Dhaup Guesthouse..Konon rumah bergaya Eropa-Jawa ini berdiri sejak jaman Belanda..

Dhaup Guesthouse ini milik budhe nya teman saya, Runi. baru berjalan sekitar awal tahun 2014. Masih dalam periode sangat awal dengan karyawan terbatas. Singkat cerita, saat itu akan ada tamu bule yang gak bisa bahasa Indonesia booking untuk 2 malam. Diantara sedikitnya karyawan, hanya Runi saja yang bisa berbahasa Inggris, karena satu karyawan lain mengundurkan diri, satu orang lagi tidak bisa berbahasa Inggris, dan Budhe sendiri sebagai owner deg-deg an kalo tamu tanya sesuatu dalam bahasa Inggris dan gak bisa jawab karena juga tidak bisa ngomong Inggris. Jadilah saya volunteer untuk sekedar berkomunikasi dengan sang tamu, karena tamunya datang malam, dan Runi harus pulang ke rumahnya sendiri jam 5 sore.

Lobi tempat saya bertemu tamu pertama kali..

Awal tamu datang, sungguh grogi juga rasanya. Lupa pula nama tamunya siapa. Jadi gak bisa sok akrab dan menyapa dengan ramah saat dia pertama datang. Tamu pertama itu cukup pendiam. Gak banyak interaksi. Dia cuma nanya aja kalo mau makan malam dan ke Malioboro jalannya kemana. Jadi saya buatkan saja peta tangan sebagai bekal.

Insiden terjadi di pagi berikutnya. Tamu kami, Davidson namanya, memesan travel untuk melihat Borobudur Sunrise dan akan dijemput jam 3.30 dini hari. Saat mobil travel menjemput, kami antar sampai depan pintu. Tak berapa lama, Davidson kembali lagi ke dalam guesthouse, tidak jadi ke Borobudur. Ternyata ada salah paham, setahu dia mereka akan melihat Borobudur sunrise dari atas candi, sedangkan supir yang mengantar mengatakan melihat sunrise nya dari bukit Punthuk Setumbu dekat Borobudur. As his host, langsung deh nelpon ke travel lah buat konfirmasi. Ternyata memang ada salah paham. Dari pihak travel kurang penjelasan mengenai lokasi melihat sunrise, karena kalo mau naik langsung ke Borobudur, tamu harus bayar lagi Rp. 380.000/turis asing. Untuk turis lokal Rp. 250.000. Kenapa mahal..? Gate utama Borobudur buka pukul 6 pagi. Sunrise pasti sebelum jam 6 donk. Untuk naik ke Borobudur, akses satu-satunyanya adalah lewat Manohara Hotel. Dan yang mau naik harus bayar pass nya ke hotel. Nahhh…..Exclusive…jadi mahal. Walaupun ya belum pasti juga dapat photo endog ceplok sunrise karena namanya langit gak bisa dipaksa cerah juga kalo memang berawan.

salah satu foto Borobudur Sunrise…pantes kan kalo banyak bule yang pengen banget naik candi subuh-subuh dan berani bayar mahal…

Untunglah Davidson yang berkelana seorang diri itu gak mutung, dan memilih keliling kota Jogja di hari itu, dan tetep ke Borobudur dan Prambanan di hari selanjutnya dengan travel yang sama setelah dapat penjelasan yang selengkap-lengkap nya dari pihak travel.

Seneng kalo tamu lama-lama di sudut ini. Karena suasanya lebih santai, lebih enak ngajak ngobrolnya daripada kalo di lobi..boleh bikin kopi atau teh sendiri lhooo…

Nge-host bule itu ujian mental. Hahahaha…Sebenernya nge-host turis lokal pun ujian, namun setidaknya tidak ada kendala salah paham karena salah pake kosakata. Kemampuan bahasa Inggris saya yang juwelek untungnya bisa membantu sedikit-sedikit. Walaupun tadi pagi saya salah ngomong juga ke Sarah dan Eric, tamu kami dari Amrik. Harusnya saya bilang “have a nice day”, eeehhhhh….ngomongnya jadi “have a nice die..!” Gubrak….

 

with Sarah di rumah Runi..Sarah dan Eric bersedia diundang ke acara syukuran wisudanya Alim, adeknya Runi…..

 

 

website : http://www.dhauphouse.com/

twitter  : @wisma_dhaUp

 

Iklan

4 thoughts on “First Experience as Dhaup Guesthouse Additional Host

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s